Do You Have Problem with Your Message Privacy?
If Your Answer is 'Yes', You May Try This Method
Firstly, you have to make a table like this,
And Then, Choose your real text, in this session it calls 'Plain Text',
Example : 'BAYU BUDHI BASKORO' but you should avoid the space, so the text will be like this
'BAYUBUDHIBASKORO'
Now, you have to make your key, the key is a matrix (2 x 2), for example :
And then, you should separate your Plain Text to the two words form, and then change your Plain Text to the number form such a rules like table above, for example :
'BAYUBUDHIBASKORO' --> BA, YU, BU, DH, IB, AS, KO, RO --> (1,0); (24,20); (1,20); (3,7); (8,1); (0,18); (10,14); (17,14)
But, if your plain text less by one letter, you can add your plain text by space character '_', for example :
'UDINSEDUNIA' --> UD, IN, SE, DU, NI, A_
And then you should calculate the matrix by multiply that matrix with two number that have changed, like tabel below :
And then, continue till you finish your encription
So you will have been a result like this : 'GGOFVMQX.__R.MLZ'
Have a nice try ^-^
Monday, July 9, 2012
Monday, July 2, 2012
Data Mining (How to find information with Apriori Algorithm)
Berdasarkan
pada tabel 1 dijelaskan tentang transaksi pada sebuah toko, yang terdiri dari
beberapa transaksi dan beberapa konsumen. Transaksi terdiri dari atribut tanggal,
dan nama dari setiap produk yang dibeli dengan jumlah barang yang dibeli.
Berdasarkan redudansi diatas, atribut seperti transId, custId dan tanggal.
Untuk
menyederhanakannya dan membuta sebuah denormalisasi data, maka kita harus
melakukan tahapan data cleaning yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan dengan menentukan minimum support dan
minimum confidence, misalnya 75 %, maka didapati kesimpulan bahwa dari 4
transaksi, pembelian pulpen dan tinta dilakukan secara bersamaan.
Perhatikan tabel dibawah ini :
Dengan mengasumsikan, Pulpen = a; Tinta = b; Susu =
c; Jus = d; Air putih = e. dan dilakukan penyederhanaan maka didapati :
Setelah didapati data diatas maka, tabel
disederhanakan dengan membuang item yang tidak memenuhi minimum support :
Selanjutnya kita menentukan minimum confidencenya,
Minimum confidence didapat dari perhitungan item
dengan jumlah terkecil yang dibagi item dengan jumlah terbesar, kemudian
dikalikan dengan 100%.
Contohnya : pada kombinasi a dan b, diketahui
sebelumnya bahwa :
(kemunculan a pada keempat transaksi = 4) dan
(kemunculan b pada keempat transaksi = 3)
Maka
minimum confidencenya = 3 / 4 * 100% =
75%
Maka dibuatlah tabel seperti berikut,
Berdasarkan tabel tersebut hanya kombinasi (a,b) dan
(a,c), yang meemnuhi minimum support untuk dijadikan simpulan untuk pengambilan
data secara apriori :
- Dari 4 transaksi, pulpen dan tinta
selalu dibeli bersamaan
- Dari 4 transaksi, pulpen dan susu selalu
dibeli bersamaan
What is Orange Book? (Information System Security)
Proteksi dan Teknik
Keamanan Sistem Informasi
Orange Book
merupakan bagaimana sebuah keamanan sistem Informasi diterapkan. Keamanan
Sistem khususnya yang terkait dengan keamanan operasi membahas mengenai
kontrol-kontrol apa saja yang diperlukan pada lingkungan operasi yang
berhubungan dengan proses pengolahan pada komputer. Hal-hal tersebut harus
meliputi 3 hal penting dalam keamanan informasi yaitu Kerahasiaan (Confidentiality),
Integritas (Integrity), dan Ketersediaan (Availability).
Adapun pendekatan yang akan
dilakukan meliputi:
1.
Kontrol dan Proteksi (Controls
and Protections)
2.
Pengawasan dan Pengauditan
(Monitoring and Auditing)
3.
Ancaman dan Kerawanan (Threats
and Vulnerabilities)
1.
Kontrol dan Proteksi
(Controls and Protections)
Domain
Keamanan Operasi memperhatikan kontrol-kontrol yang akan digunakan untuk
melindungi perangkat keras, perangkat lunak, dan sumberdaya media lainnya dari
hal-hal sebagai berikut:
- Ancaman di
sebuah lingkungan operasi
- Pihak
pelanggar internal ataupun eksternal
- Operator yang
tidak secara benar mengakses sumberdaya
Selain itu juga
akan dibahas mengenai aspek kritikal dari kontrol operasi yaitu:
1. Pengamanan
sumberdaya, meliputi kontrol perangkat keras
2. Kontrol
entitas-kewenangan (privileged-entity)
Kontrol
berdasarkan Orange Book (Orange Book Controls)
Trusted
Computer Security Evaluation Criteria (TCSEC, Orange Book) mendefinisikan
beberapa tingkat dari jaminan kebutuhan akan operasi komputer yang aman. Orange
Book mendefinisikan dua tipe jaminan, yakni:
1.
Operational Assurance, meliputi:
a.
System Architecture
b.
System Integrity
c.
Covert Channel Analysis
d.
Trusted Facility Management
e.
Trusted Recovery
2.
Life Cycle Assurance, meliputi:
a.
Security Testing
b.
Design Specification and Testing
c.
Configuration Management
d.
Trusted Distribution
Pada
domain Kontrol Operasi, Operational Assurance meliputi Covert Channel Analysis,
Trusted Facility Management, dan Trusted Recovery. Sedangkan Life Cycle Assurance
meliputi Configuration Management.
2. Pengawasan
dan Pengauditan (Monitoring and Auditing)
Pengawasan disini
diimplementasikan pada fasilitas operasional dimana untuk mengidentifikasikan
penggunaan computer yang tidak semestinya. Mendeteksi kerusakan dan responnya,
termasuk mekanisme pelaporan adalah bagian penting dari pengawasan.
a. Pengawasan
(Monitoring)
Pengawasan terdiri
mekanisme, peralatan dan teknik yang mengijinkan identifikasi dari kejadian
keamanan yang dapat mempengaruhi operasi dari komputer. Konsep pengawasan
termasuk pengawasan untuk instalasi perangkat lunak ilegal, memonitor perangkat
keras untuk kesalahan, dan memonitor kegiatan operasional untuk anomali/keanehan.
b. Pengauditan
(Auditing)
Implementasi dari audit sistem yang
teratur adalah merupakan fondasi bagi pengawasan kontrol keamanan operasional.
Sebagai tambahan dari dilakukannya pengecekan compliance baik internal maupun
eksternal, pelaksanaan audit pada jejak audit (transaksi) dan log dapat
membantu fungsi pengawasan dengan cara mengenali pola-pola yang abnormal dari kebiasaan
pengguna.
3.
Ancaman dan Kerawanan
(Threats and Vulnerabilities)
Ancaman adalah semua
hal yang apabila terjadi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem dan kehilangan
kerahasiaan, kemampuan, dan integritas. Ancaman dapat berbahaya seperti merubah
data-data yang sensitif atau dapat terjadi secara tidak sengaja seperti
kesalahan pada kalkulasi transaksi atau penghapusan file yang tidak disengaja.
Kerawanan adalah kelemahan yang terdapat pada sistem yang dapat dimanfaatkan
oleh ancaman. Mengurangi aspek kerawanan pada sistem dapat mengurangi resiko
dan efek dari ancaman pada sistem. Contohnya pada progam password generation
yang dapat membantu user memilih password robust (tidak mudah ditebak), yang
dapat mengurangi kemungkinan user menggunakan password yang buruk (kerawanan)
dan membuat password semakin susah untuk ditembus.
a.
Ancaman :
i.
Kehilangan tidak
disengaja
ii.
Aktivitas tidak
layak
iii.
Operasi computer
illegal dan penyerangan yang disengaja
b.
Kerawanan :
i.
Analisis
tren/lalu lintas
ii.
Akun
pemeliharaan
iii.
Penyerangan
pemisahan data
iv.
Kerawanan
Initial Program Load
v.
Pembajakan
alamat jaringan
Friday, June 29, 2012
Indonesian Agriculture History
Indonesia,
dahulu dikenal dengan julukan Negara agraris. Hal ini, semata – mata bukan
karena tanah Indonesia yang kaya dan sangat cocok untuk pertanian, dengan
dukungan iklim yang tropis dan tipe tanah yang cocok untuk bertani, tetapi hal
ini dikarenakan banyaknya jumlah rakyat Indonesia yang memilih untuk bertani, baik
bertani padi, jagung, maupun produk lainnya. Pada saat itu, tepatnya saat
Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 1984 sebagai Negara agraris, hasil
pertaniannya terutama padi dapat mencapai tingkat swasembada pangan, atau
produksi beras melebihi tingkat konsumsi rakyat Indonesia. Sehingga meningkatkan
kebanggan dan kesejahteraan rakyat, yang disebabkan karena murahnya harga beras
dipasaran. Walaupun ada beberapa kontroversi mengenai keaslian data ini,
dikarenakan saat itu Indonesia masih melakukan impor beras sebesar 414.300 ton
beras (Hermas Effendi Prabowo, Kompas), ini tidak menyebabkan FAO (Food and
Agrikulture Organization), memberi penghormatan kepada presiden kala itu,
Presiden Soeharto.
Setelah
tahun 1984, produksi mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Dan titik
terparahnya adalah saat tahun 1999, Indonesia harus mengimpor 4.183 ton beras.
Walaupun ditahun 2008, Indonesia mencapai swasembada pangan. Tetap saja hal ini
sangat disayangkan sekali mengingat potensi Indonesia sebagai Negara penghasil
beras sangat tinggi. Selain beras pun, produk pertanian yang lainnya juga
mengalami fluktuasi produksinya, terutama pada hasil pertanian yang berupa
sayuran.
Berdasarkan
hasil penelitian dan statistika FAO di tahun 2010, didapati bahwa produksi
cabai, lada mengalami penurunan lebih dari 40.000 ton dibanding tahun 2009. Sedangkan
untuk sayuran mengalami penurunan sebesar lebih dari 7.000 ton. Seperti yang
disajikan oleh Tabel 1 dibawah. Walaupun banyak faktor yang menyebabkan hal
ini, seperti kemarau dan hama, penurunan luas lahan pertanian yang semakin
drastis karena digantikan dengan perumahan dan gedung bertingkat, adalah yang
menjadi momok masyarakat saat ini.
Kenaikan
harga cabai, pada awal tahun 2011 menjadi bukti bahwa sistem pertanian yang
menyangkut kepada harga pupuk, harga bibit, kondisi cuaca yang menyebabkan beberapa
daerah gagal panen, dan ulah para tengkulak, semakin memperburuk kondisi
pertanian di Indonesia. Pada saat itu, harga cabai melambung dua kali lipat
hingga Rp.100.000,- per kilogramnya. Sedangkan harga beli para tengkulak
tersebut dari petani tersebut, menurut observasi yang dilakukan di Cibodas pada
bulan Mei 2011, hanya Rp. 20.000,- per kilogramnya.
Kenaikan
harga, yang diakibatkan karena kelangkaan atau gagal panen suatu produk
pertanian semacam itu, seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat banyak daerah
lain yang dapat menutup kekurangan pasokan daerah yang terjadi kelangkaan.
Tetapi, karena harga awal hasil pertanian dan alur distribusinya ditentukan
oleh para tengkulak, harga dapat berubah naik atau turun tergantung keinginan
mereka, dan berdasarkan analisa resiko yang mereka lakukan.
Kenaikan
seperti ini, merupakan bencana bagi rakyat yang tingkat ekonominya rendah,
karena kenaikan suatu produk pertanian dapat berimbas kepada naiknya harga
benda maupun produk yang terkait. Misalnya dengan kenaikan harga cabai, maka
yang dapat terkena imbasnya adalah para restoran atau rumah makan yang
mengunggulkan produk makanan mereka yang mengutamakan kepedasan dari makanan
tersebut.
Padahal,
swasembada beras pada tahun 2008 yang dibanggakan pemerintah, tidak dapat
mengatasi krisis pangan di daerah NTT, yang menyebabkan banyaknya penderita
busung lapar. Jika kita hubungkan dengan peristiwa kelangkaan dan manipulasi
stok barang atau produk pertanian yang dilakukan beberapa oknum, dapat
menyebabkan bencana kelaparan ataupun ketidakstabilan harga dimana – mana.
Hal
ini sangat disayangkan, mengingat Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila,
yang mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Jika pemerintah
daerah mulai ikut mengawasi dan memantau alurnya, maka kejadian kelangkaan dan
kenaikan harga yang tinggi tentu tidak perlu terjadi. Belum lagi, jika fungsi
dari setiap KUD (Koperasi Unit Desa) dapat dioptimalkan dan diaktifkan kembali.
Kestabilan
harga yang diinginkan akan dapat terjadi, dengan pemaksimalan setiap agen
pemerintahan dan petani itu sendiri, sebagai pengendali harga dan peningkat
nilai jual dari suatu produk pertanian. Dan dengan koordinasi serta perencanaan
alur material yang jelas, beserta analisis resiko yang menyeluruh, maka
kemungkinan produk pertanian yang cenderung mudah busuk seperti selada dan
tomat dapat diminimalisir. Dan akibatnya, jelas didapat keuntungan yang
maksimal pula.
Tetapi
masalah lainnya pun muncul. Ketika suatu alur sistem telah diperbaiki,
sedangkan motor penggeraknya tidak ada, maka kemacetan dan ketidakstabilan pun
kembali terjadi. Inilah yang terjadi di sektor pertanian Negara ini. Dimana
generasi muda yang nantinya akan melanjutnya tradisi atau budaya bertani ini,
mulai kehilangan minatnya dan tentu mulai bergeserlah kebudayaan bertani
tersebut menjadi kebudayaan menjadi buruh pabrik yang jelas tiap bulannya
mendapatkan gaji sesuai UMR (Upah Minimum Regional), ataupun menjadi kebudayaan
berdagang yang jelas memiliki skala resiko lebih kecil dibandingkan bertani.
Perubahan
budaya ini jelas terlihat, dimana beberapa daerah industri seperti Bekasi,
Karawang dan Cikarang, menjadi tujuan utama bagi pemuda maupun pemudi yang ingin berurbanisasi. Peristiwa
ini didominasi, para lulusan SMA atau yang sederajat yang tidak melanjutkan ke
jenjang pendidikan selanjutnya. Dan jelas pula, bahwa daerah Bekasi dan
Karawang yang dahulu menjadi penghasil beras tertinggi mulai bergeser menjadi
daerah industri.
Hal
ini menjadi sangat berlawanan. Ketika tingkat konsumsi masyarakat Indonesia
meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduknya, berbanding terbalik
dengan luas lahan pertanian dan tingkat ketertarikan pemuda Indonesia di bidang
pertanian. Belum lagi persaingan di pasar global yang harus dihadapi produk
lokal. Sehingga tidak jarang perang harga yang dilakukan memenangkan pihak
asing, yang dapat meningkatkan kegiatan impor yang berimbas kepada matinya
produksi lokal.
Kebijakan
pemerintah disini, menjadi suatu nilai yang penting untuk menjaga produksi
lokal tetap hidup. Jika saja pemerintah mampu menjaga kestabilan arus material
dengan metode rantai pasok, yang menyediakan arus material antar daerah dengan
segala pengawasannya, maka produksi lokal dapat terus hidup untuk memenuhi
pasokan kebutuhan dalam negeri. Dan dengan sedikit stimulant dari pemerintah
berupa penaikan harga beli oleh pemerintah kepada petani, maka bukanlah suatu
hal yang tidak mungkin bahwa para pemuda akan memilih menjadi petani, yang
berarti keseimbangan atau kestabilan produksi pertanian akan kembali. Dan harga
sayuran serta bahan pokok lainnya pun mengikuti kestabilannya. Dan jelas sekali
ini seperti yang diharapkan para pendiri bangsa ini, yaitu memakmurkan dan
mensejahterakan rakyat Indonesia yang tercantum pada Pancasila dan Pembukaan
UUD 1945.
Sistem Pembuatan Dokumen Online
In my study, in Project Minor, i've design and analyze, an Information System that can be used by Indonesian Government, especially in Kelurahan and Kecamatan. It based in a study case in a Kelurahan at Tangerang Selatan.
Sistem
Pembuatan Dokumen Online (SPDO), merupakan sistem informasi berbasis web yang
digunakan untuk membantu masyarakat dalam pembuatan dokumen resmi yang
membutuhkan persetujuan dari kelurahan dimana masyarakat itu tinggal. Sistem
ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk masyarakat yang memiliki aktivitas
yang tinggi yang tidak dapat melakukan permohonan surat resmi kepada pihak
kelurahan dan memerlukan surat tersebut untuk waktu yang mendesak. Terlebih
kekurangan yang dianggap merepotkan para masyarakat dalam mengajukan permohonan
surat adalah waktu operasional dari kelurahan yang berkisar antara delapan
sampai sepuluh jam dalam sehari, belum lagi jika dalam seminggu terdapat banyak
hari libur, padahal kebutuhan akan surat itu sangat mendesak adanya.
Dengan
menggunakan sistem ini, masyarakat dapat melakukan permohonan surat resmi
kepada kelurahan, kapan saja dan dimana saja asal dia terdaftar sebagai warga
kelurahan tersebut di database kelurahan, ditambah dengan pemberlakuan e – KTP
yang dapat mempermudah memperoleh data warga secara digital dan tidak mungkin
ada redudansi, sehingga tindak kecurangan dan penipuan terhadap permintaan
dokumen bisa diminimalisir. Adapun keuntungan lainnya dari pemberlakuan sistem
ini yaitu, mempermudah pengarsipan arus keluar masuknya surat dan mempermudah
pemantauan, kebutuhan surat resmi setiap warga dikelurahan tersebut. Tetapi
sistem ini, belum dapat menangani semua permintaan surat resmi, karena beberapa
jenis surat resmi perlu adanya pemerikasaan dokumen – dokumen terkait yang
harus diserahkan secara langsung, seperti pengajuan akta jual – beli tanah,
pembuatan surat nikah, dan surat kematian. Sistem ini, baru bisa mengatasi
permohonan surat untuk Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB/SKCK), Surat
Keterangan Tidak Mampu, Surat ijin keramaian, dan pembuatan KTP baru bagi warga
yang telah cukup umur dan telah terdaftar sebagai warga kelurahan tersebut.
Tetapi dalam pengoperasiannya, sistem ini mampu secara baik dalam melayani
kebutuhan akan surat resmi dari kelurahan 24 jam non – stop selama seminggu
penuh.
Manajemen Rantai Pasok Berbasis Web pada Agroindustri di Indonesia
Pengaplikasian
manajemen rantai pasok berbasis web pada agroindustri, digunakan untuk membantu
terjaga alur material dari produk agroindustri tersebut dan mengurangi resiko
kerusakan dari sayuran tersebut yang merupakan barang yang mudah rusak dan
busuk. Hal ini dapat berhasil dengan melakukan pemetaan potensi keberhasilan
panen berdasarkan jenis hasil pertanian beserta jumlahnya dalam satuan ton.
Jika telah diketahui potensinya, maka kita menentukan atau mencari tingkat
konsumsi sayuran per jenisnya pada tiap wilayah. Berdasarkan data sebelumnya,
maka system akan membuat analisa pasokan yang harus dilakukan bersama alur
materialnya sesuai dengan jumlah permintaan per daerah.
Karena
banyak daerah yang perlu dipasok dan banyak pula jumlah pemasoknya, perlu dilakukan
suatu perencanaan sehingga stok barang tidak ada yang tertumpuk di satu tempat
saja dan mengakibatkan tempat lainnya mengalami kekosongan. Sehingga mengakibatkan
barang yang disimpan berlebih tersebut, banyak yang rusak dan tidak bisa
dijual. Dan terjadi kenaikan harga yang tinggi karena adanya bagian yang yang
mengalami kelangkaan terhadap produk tersebut.
Pada
kasus agroindustri, perencanaan pemenuhan pasokan, dimulai dari tingkat yang
paling awal yaitu petani. Dengan memaksimalkan fungsi dari KUD di setiap desa,
maka KUD berperan sebagai pengumpul bahan baku dan sekaligus sebagai pemasok.
Saat di KUD, hasil tani yang dikumpulkan dari petani akan dilakukan
penyeleksian, dimana penyeleksian ini digunakan untuk mengelompokkan setiap
jenis produk berdasarkan kualitasnya. Pembagian kualitas terbagi menjadi
Indukan, Super, Baik dan Kurang.
Setelah
diseleksi, maka produk tersebut pun akan diantar kepada pasar untuk hasil tani
yang berkualitas Baik dan Kurang atau tempat pemrosesan bagi yang berkualitas
Super, sedangkan yang indukan akan digunakan lagi untuk proses pembibitan
supaya hasil pertaniannya maksimal. Produk tani yang berkualitas Super
tersebut, hanya akan dikirim setelah adanya kesepakatan yang dilakukan sebelum
masa panen tiba. Sedangkan yang berkualitas Baik dan Kurang akan dikirim ke
pasar sesuai dengan kebutuhan pasar tersebut, hal ini dilakukan supaya tidak
ada sayuran yang menumpuk karena kelebihan pasokan. Sedangkan sisanya, akan
dikirimkan ke pasar lainnya sesuai permintaan dan analisa yang dilakukan dengan
Manajemen Rantai Pasok berbasis web yang dijalankan disetiap KUD.
Produk
tani yang berkualitas Super, setelah melalui proses pengemasan atau proses
lainnya yang berkaitan dengan peningkatan nilai jual dari produk tersebut akan
ditawarkan kepada Supermarket atau pasar modern atau juga restoran yang bekerja
sama dengan pihak penyuplai. Sistem yang digunakan dalam proses pembayarannya
adalah konsiniasi, dimana barang atau produk hanya akan dibayar setelah barang
itu laku terjual, sedangkan jika barang tidak laku dan busuk, itu dijadikan
sebagai resiko dari penjual atau dalam kata lain kerugian ditanggung oleh
penjual sepenuhnya.
Peranan
Manajemen Rantai Pasok berbasis web disini hanya berkisar terhadap menjaga alur
material dari produk dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia dan
menjaga kualitas sampainya barang atau produk hingga ke tangan konsumen. Dengan
melakukan perencanaan pasokan produk berdasarkan permintaan dan kebutuhan pasar
sehingga tidak adanya penimbunan persediaan produk sayuran atau pertanian. Dan
peringkasan waktu proses yang telah direncanakan sebelum masa panen, dapat
menjaga kualitas produk pertanian yang memiliki kelemahan cepat busuk.
Maka
aspek lain yang berkaitan dengan peningkatan nilai maupun daya saing produk
dipasaran akan diantisipasi oleh adanya value chain, atau rantai nilai yang
membahas tentang bagaimana suatu produksi dan usaha yang harus dilakukan
sehingga permintaan tetap berjalan dengan baik dalam pemenuhannya. Proses ini
dimulai dari tahap pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh produsen atau pasar
yang berasal dari KUD. Dalam usaha peningkatan tersebut, sudah pasti, startegi
pemasaran menjadi aspek yang sangat vital dalam menjual atau memasarkan produk
yang tentunya perlu didukung dengan kualitas dan pengemasan yang menarik.
Sehingga
manajemen rantai pasok berperan dalam pemenuhan pasokan dan menjaga alur
materialnya, dan dengan ditambah pengaplikasian rantai nilai, yang meningkatkan
kualitas dan nilai produk tersebut sehingga dapat dipastikan dengan
pengaplikasian system ini pada konsep Negara, akan tercipta kestabilan harga
dan standarisasi kualitas yang baik dalam produk konsumsi manusia, terutama
pada bidang pertanian.
Dengan
berdasarkan analisis terhadap faktor pendukung peningkatan produksi pertanian
seperti luas lahan, kondisi cuaca, kestabilan harga pupuk dan bibit, dan juga
kondisi harga pasar mengenai tingkat pembelian terendah dari petani. Didapati kondisi
lahan pertanian yang semakin kecil, memaksa pemaksimalan teknologi pangan
dengan menggunakan rekayasa genetika, untuk menghasilkan suatu produk bibit
unggul yang tahan hama, kuat dengan berbagai kondisi cuaca, dan cepat panen
dengan hasil yang berlipat. Adapun aspek harga pembelian terendah dan harga
pupuk, juga sangat berpengaruh terhadap semangat petani dalam meningkatkan
usaha mereka terlebih jika dinaikkannya harga beli tersebut, hal ini terbukti
pada tahun 2008 ketika Indonesia mencapai swasembada pangan.
Adapun
analisis yang dilakukan berdasarkan pemetaan produk hasil pertanian dan
perkebunan, menghasilkan suatu informasi, bahwa keberagaman pangan dan produk
pertanian disetiap daerah dapat mempengaruhi budaya maupun ketertarikan petani
dalam menggarap lahannya. Dengan dihubungkan terhadap kondisi iklim dan jenis
tanah di Indonesia didapati bahwa, hasil pertanian yang beragam memungkinkan
pemenuhan kebutuhan hasil pertanian dengan mudah jika, faktor lingkungan tidak
menjadi faktor kegagalan dari hasil
panen didaerah penghasil produk pertanian pokok terbesar atau dominan.
Subscribe to:
Posts (Atom)